Birrul Walidain (Bakti pada Kedua Orangtua

Siapa yang tak ingin punya anak?.  Anak adalah investasi masa depan, investasi yang bagaimana?, karena anak adalah investasi maka segala sesuatu harus direncanakan, dipersiapkan dan diarahkan sesuai ajaran islam, masalah berhasil atau tidak itu adalah urusan Allah SWT. Ingat bahwa Allah telah berfirman :

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya..”(Al-Kahfi : 17),

Demikian juga Allah berfirman:

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi….” (Al-A’raaf : 178)

Allah juga berfirman:

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya..” (Al-Qashash : 56)

ini menunjukkan bahwa manusia hanya berusaha dan ketentuan di tangan Allah.  Bukti-bukti dalam cerita-cerita para Nabi cukup banyak. Sebagi contoh adalah anak  seorang Kan’an anak Nabi Nuh AS  yang durhaka  kepada Allah.

Akan tetapi adalah kewajiban setiap orang tua untuk mengasuh dan mendidik anaknya untuk menjadi seorang yang beriman dan berakhlak mulia.  Lihatlah hadits Nabi SAW  yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah mengenai anak-anak.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orang tuanya lah yang menjadikan dia seorang yahudi atau nasrani atau majusi sebagaimana seekor hewan melahirkan seekor hewan yang sempurna. Apakah kau melihatnya buntung?” kemudian Abu Hurairah membacakan ayat-ayat suci ini: (tetaplah atas) fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu. (Hukum-hukum) ciptaan Allah tidak dapat diubah. Itulah agama yang benar. Tapi sebagian besar manusia tidak mengetahui (QS Ar Rum [30]:30)

Dengan kata lain fitrah adalah iman dan islam.
Saya teringat dengan apa yang disampaikan oleh para guru kita bahwa anak bisa dipilih dengan memilih ibunya, artinya proses menjadikan anak sebagai investasi akhirat dimulai dari seleksi calon ibunya. (Bersambung)

 

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: